Puisi - Warna Harapku


"Warna Harapku"

By Anisayu Nastutik

33 comments:

  1. cinta yang teramat dalam
    rasapun tak cukup dikata
    karena ku masih mencintaimu
    cinta yang tak pernah usai
    cintaku tuk selamanya
    saat semuanya telah ingkar
    pergi jauh dari hidupmu
    aku kan selalu bersamamu
    meski kau tak pernah sadar
    ku masih di sini untukmu
    cintaku tak butuh alasan tuk setia padamu

    ReplyDelete
    Replies
    1. Tak punya alasan kata
      untuk selalu setia
      tak usah memaksa
      karena cinta ya tetap cinta
      dimanapun dan kapanpun juga

      Delete
    2. ya ampuun, bersambut rupanya. manteep

      Delete
    3. hingga membuat ku tersenyum
      sangking indahnya :)

      Delete
  2. Bagus sekali foto dan Pusisi nya Mbak Anisa
    Saya sangat terpukau membacanya *salam

    ReplyDelete
    Replies
    1. Oh yaaaa...
      Terimakasih untukmu sejuta rasa...

      Salam juga... :)

      Delete
    2. Boleh Jika mas zach juga boleh...

      Delete
  3. saya tak nyimak dulu aja mbak anis, sambil belajar entar salah lagi malau sama temen temen di atas hihi

    ReplyDelete
    Replies
    1. Tak ada yang memarahimu
      kenapa harus malu
      nanti malah ga dapat ilmu
      Cara berpuisi sepertiku

      :)

      Delete
    2. catat dan laminating ya
      segera :)

      Delete
  4. ketulusan hati terbaca di puisi ini.
    tapi saya pengin tanya: kalimat "Selalu Ingin Mencintaimu"itu bisa bermakna bahwa sang pembuat puisi nggak pada posisi mencintai ya sebenarnya?

    ReplyDelete
    Replies
    1. Sangat mencintai
      tetapi yang ingin selalu dicintai
      belum yakin hati

      Harapku sampean ngerti..

      :)

      Delete
    2. wuiih...analisa kang zach sepertinya makjleb banget sama pembuat puisinya deh

      Delete
    3. nah pendekar puisi mulai beraksi :)

      Delete
    4. Harapku semua ngerti
      cinta yang sudah jleb hati
      jangan sampai ganti
      meski pendekar lain beraksi...

      Delete
  5. taman bunga asal hiasan
    warna bukti tiap penantian
    harap dan tulus ... undang sampai ke awan

    :)
    selamat malam mbak Ayu ...

    ReplyDelete
    Replies
    1. Sampai di awan
      memesan bulan
      warna balasan
      harapku diperkenan...

      Selamat malam juga mas purnomo...

      :)

      Delete
    2. semua dedengkot KPK kalau kesini kenapa jadi pada berubah jadi puitis semua ya?

      Delete
    3. Kan Manis
      jadi puitis romantis
      daripada udah berkumis
      tapi menangis

      :)

      Delete
  6. Begini rasanya terlatih patah hati
    Hadapi getirnya terlatih disakiti

    ReplyDelete
    Replies
    1. Jika sakit hati
      jangan biarkan jadi duri
      pasti ada rasa berarti

      Delete
  7. baju biru
    celana biru
    serasi dengan tulisan itu
    seperti juga warna hidupmu

    ReplyDelete
    Replies
    1. Warna hidupku
      cerah selalu
      walau kadang pilu
      tetap ceria tiap waktu

      :)

      Delete
  8. Hidup tanpa warna jadi kelabu, namun kelabu bukanlha suatu tanda titik, ga tahu llagi Mba. he,, he,, he,,,


    Salam

    ReplyDelete
    Replies
    1. Tanpa warma hidup jadi kelabu
      hambar tak cukup bumbu

      Hehe

      Salam kembali... :)

      Delete

Terima kasih buat komentar sopan santunmu
Sangat baik membangun bahagiaku
Menuntun rasa rindu menggebu
Segera menyusun balasan indah untukmu