Label Cinta


"Label Cinta" By Anisayu

44 comments:

  1. tidak perlu dikomentari.. :)
    hanya izin singgah untuk menikmati.. :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. silahkan dinikmati,
      kalau memang menyukai...

      Delete
  2. sampai bingung komentarnya, karena terbawa akan rasa puisi tersebut.

    ReplyDelete
    Replies
    1. jangan kau bawa rasa puisi,
      baca saja dalam hati,

      hehehe makasih... :)

      Delete
  3. seperti tebu..
    sudah sepah kau cari yang baru...


    heheheh

    ReplyDelete
  4. Bukan begitu sayang....... aku tak pernah menganggapmu baju, kau hanyalah hatiku, yg selalu melambangkan label dengan merah jambu, tanpa cintamu apalah artinya diriku...
    Aku hidup karena Cinta...
    dan karena cinta pula aku hidup...
    Bagaimana dengan dirimu....apakah kau masih punya cinta..???!!!????
    lihatlah bulan, bintang dan matahari disana...ialah yg selalu menyinari....

    ReplyDelete
    Replies
    1. cinta dah dibawa pergi,
      oleh seorang calon suami,
      yang kini sedang sembunyi,
      dibalik baju wanita pencuri...

      hikz,,,

      bulan dan bintang masih ada,
      mentaripun masih bercahaya,
      berarti masih ada cinta,
      dihatinya untuk saya...

      Delete
    2. Cintaku itu suci ...
      sedangkan aku takan menodai cintaku....
      jika siang pandanglah aku sebagai mataharimu...dan kau adalah bumiku...jika malam pandanglah aku sebagai bintangmu ..dan kau adalah Rembulanku....
      itulah Cintaku....

      Delete
    3. aku ga mau jadi bumi,
      aku juga ga mau jadi,
      rembulan malam hari,
      karna aku hanya ingin menjadi,
      pendamping hidupnya sejati,
      dalam ikatan suci,
      saling mencintai karna Illahi...

      Delete
    4. Ya kalau kamu gak mau jadi bumi dan rembulan aku juga gak mau jadi matahari dan bintang, biar saja aku jadi Raja....
      dan kau adalah ratunya....hehee...

      Delete
    5. aku ga mau jadi ratu ato permaisuri,
      aku hanya ingin jadi istri,
      satu2nya dari seorang lelaki,
      yang shalih dan aku cintai,
      hingga menutup mata ini....

      makasih... :)

      Delete
    6. oke ....
      aku juga bisa jadi suami siapa takut....??!!??

      Delete
  5. Awalnya ku tak sungguh2 mnyukaimu
    kemudian sedikit demi sedikit
    Ku mulai mnyayangimu
    Tapi kini kau seperti
    Semkin terasa jauh dariku
    Tak tahu ku kenapa begitu
    Seperti daun yang tertiup angin

    Entah sanggup ku raih entah tidak
    Aku merindukanmu
    Sangat amat merindukanmu
    Aku hanya bisa menuliskannya pada Selembar kertas putih yang bersih
    Betapa ku merindukanmu
    seperti ratusan liter air yang berada di pantai
    seperti itulah rinduku padamu

    ReplyDelete
    Replies
    1. seberapa berat rindu,
      seberapa tinggi rindu,
      seberapa ukuran rindu,
      walau habisakan waktu,
      tak terhitung tanpa ketemu...

      aku sangat sangat rindu,
      dengan dia yang jadi hatiku....

      Delete
  6. Puisi yang bagus sob

    Izin Follow ya
    Follow back jika berkenan

    ReplyDelete
  7. Ketahuilah..
    Jangan lagi engkau mengira
    jangan selalu menduga
    Setiap rasa dan nada
    yang menyelubungi setiap lara

    Dan ketahuilah
    Walau semua tak seperti biasa
    Namun aku sungguh tak kuasa
    Bila memang tak dapat bertemu raga
    Namun kita masih bisa bersua..

    ciyeeeeeaaaahhhhhh....


    Aryocahyalesmana
    BoekanPoeJangga

    ReplyDelete
    Replies
    1. kuyakin dan percaya,
      Tuhan mendengar do'a do'a,
      tulus dari hati saya,
      semoga aku dan dia bersua,
      dan bersatu selamanya...

      amin...

      Delete
    2. Amin ya robbal alamin..
      Aryo hanya bisa mendukungmu miss..
      cemunguut eah miss anisayuuu...

      Delete
    3. sungguh senang hatiku,
      kau mendukung aku,

      trimakasih ya... :)

      Delete
    4. bukan terimakasih ya
      tapi terimakasih yo
      khan akhu si aryoo..

      wkwkwkwk..

      but.. always say thanks to you miss..

      Delete
    5. oh iya ya...

      terimakasih Yo...:)

      Delete
  8. tp kalau warna baju'a sudah pudar jangan dibuang seperti permen karet ya,soalnya itu bukan yang dinamakan cinta sejati

    ReplyDelete
    Replies
    1. namanya cinta sejati,
      tak akan pudar sampai mati,
      aromanya tetap wangi,
      dalam warna yang alami...

      makasih...

      Delete
  9. sekian lama bertemu lama lama jadi suka.
    makin sering bertemu makin suka tentunya
    nggubet terus gan soalnya

    ReplyDelete
    Replies
    1. nggubet terus,
      cintapun tumbuh tulus...

      hehehe makasih :)

      Delete
  10. berdesiran rasanya hati ini membacanya
    hmmmmm.....

    ReplyDelete
  11. aku hanya bialng imajinasi mbak ayu mengesankan

    ReplyDelete
  12. Keren mbak puisinyaa... Label cinta, kaya industri musik..hehe

    ReplyDelete
    Replies
    1. label cinta, Industri puisi...

      hehehe makasih... :)

      Delete
  13. jadi terpukau cik awi dengan puisi ini.

    ReplyDelete
    Replies
    1. terpukau pilu ya

      hehehe makasih...

      Delete
  14. wah puisi yang keren, bisa aja di analogikan dengan baju. heheh. apalagi yang nafsu tu.. heheh, biaranya si cowo mba yang nafsu. :D

    ReplyDelete
    Replies
    1. aku juga cewe memiliki nafsu,
      mencintainya setulus hatiku,
      tapi bukan karna setan atau hantu,
      namun suci dalam niatku,

      hehhee makasih ya... :)

      Delete
  15. berkunjung lagi mbak....
    bagus Puisinya

    bajunya dicuci biar baru lagi

    ReplyDelete
    Replies
    1. tiap hari juga nyuci baju,
      biar awet dan baru,,,

      hehehe makasih...

      Delete
  16. Bagus sekali puisinya mbak Ayu.
    Hebat dah pokoknya mbak Ayu, pakarnya pembuat puisi. :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. hehehe makasih ya,
      hanya itu yang bisa aku kata... :)

      Delete

Terima kasih buat komentar sopan santunmu
Sangat baik membangun bahagiaku
Menuntun rasa rindu menggebu
Segera menyusun balasan indah untukmu